Teracom Service Computer Menes. Melayani: service Computer, Printer, LCD, Monitor, Motherboard, HDD, Notebook/Laptop, Pemasangan Jaringan Visat, Wireles, Maintenance, hardware. Yang beralamat: Simpang 3 Ciputri Arah Pasar Menes. PANDEGLANG-BANTEN. HP: 0852 850 35584
Tampilkan postingan dengan label Warta Pandeglang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Pandeglang. Tampilkan semua postingan

KPK Siap Bidik Korupsi di Banten



KPK Siap Bidik Korupsi di Banten

PANDEGLANG – Direktur Penyidikan Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Pol Yurod Shaleh mengaku siap membidik ka­sus-kasus korupsi di Banten. Pengakuan lelaki asli Kampung Kubang Kondang, Ke­camatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, ini bertujuan untuk mengembalikan ke­percayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum yang mengendur.
“Kami tentu akan tangani kasus-kasus ko­rupsi yang pengaduannya masuk ke KPK ter­masuk pengaduan dari Provinsi Banten dan Pandeglang, asalkan pengaduan itu di­sertai data awal yang bisa kami gu­nakan se­bagai pijakan untuk melakukan pe­nyelidikan dan diharapkan bisa di­tingkatkan ke penyidikan,” kata Yurod di sela syukuran kenaikan pangkatnya di sebuah villa di kawasan Ciratap, Kecamatan Mandalawangi, Sabtu (4/6). Villa ini milik Yurod.
“Namun sesuai Pasal 11 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, kasus yang bisa diproses adalah yang melibatkan penyeleng­gara negara dengan jumlah kerugian negara diatas Rp 1 miliar,” sambungnya.
Disinggung soal pengaduan korupsi dari Banten dan Pandeglang yang sudah masuk ke KPK, Yurod tidak mengetahuinya. Alumni SMPN 1 Menes ini mengaku, karena  kewe­nangannya sebagai hanya seputar kasus korupsi yang masuk penyidikan. “Tapi kalau yang masuk ke penyidikan dari Banten atau Pandeglang hingga saat ini belum ada,” katanya.
Ditambahkan Jubir Aliansi Masyarakat Pandeglang Menggugat (AMPM) Suhada, Yurod diharapkan memberikan taring bagi insti­tusi tersebut dalam menangani kasus-ka­sus dugaan korupsi di Banten dan Pandeglang. Mengingat, banyak masyarakat mu­lai pesimistis dengan kinerja KPK karena saat salah satu putra Banten, yaitu Taufiqur­rahman Ruki saat duduk di KPK tak ada satu pun kasus korupsi di Banten yang diungkap.
“Kami memohon agar Pak Yurod me­nun­juk­kan sikap asli masyarakat Pandeglang, khususnya Banten yang tegas dan tak kenal kompromi dengan penyele­we­ngan terutama KKN,” harapnya. (wie/don) 

Sumber
http://www.radarbanten.com

Pemkab Bantu Korban Kebakaran Cisata



Rabu, 02-September-2009
PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) memberikan bantuan makanan kepada dua korban kebakaran yakni Udin dan Imas, Selasa (1/9).
Pemberian bantuan berupa beras, mie instan, sarden, minyak, saos dan selimut ini dilakukan di lokasi kebakaran, di Kampung Kubang Kondang, Desa Kondang Jaya, Kecamatan Cisata. “Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi para korban,” ujar Jamra, Kades Kondang Jaya, kepada Radar Banten, kemarin.
Namun ia berharap, selain bantuan makanan, pemkab juga memberikan bantuan uang agar korban kebakaran tersebut bisa kembali membangun tempat tinggal. “Selain rumah, semua perabotannya juga turut terbakar,” kata Jamra.
Anwar Fauzan, Kepala Dinsonakertrans Pemkab Pandeglang mengatakan, bantuan sudah kami kirimkan. “Tapi itu hanya sebatas bantuan makanan, bukan bantuan uang atau material bangunan,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, dua rumah, yakni milik Udin dan Imas warga Kampung Kubang Kondang serta sebuah warung sembako milik kedua warga tersebut, Minggu (30/8) sekira pukul 21.30 WIB, hangus terbakar. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, kecuali kerugian materil yang diderita para korban yang mencapai puluhan juta rupiah.

Service Motherboard Mati

Service Motherboard Mati


Saya hanya melihat dari segi hardware saja, karena untuk kerusakan softwarebisa berbeda-beda pada tiap motherboard. Langkah awal untuk memperbaiki motherboard mati bisa dengan milihat kapasitor/ elco yang berada di sekitar processor. Biasanya kalau Windows tidak mau loading (membuka) atau monitor sama sekali tidak mengeluarkan gambar, capasitor pada motherboard kemungkinan mengalami kerusakan.

Service

Kalau kapasitor tidak rusak selanjutnya bisa mengecek RAM, koneksi antara kaki RAM, processor, power supply dan soket lain. Debu dan kotoran yang tebal juga bisa mengakibatkan motherboard mati. Kalau masih tidak menemukan kerusakan, sebaiknya segera di bawa ke tukang service atau di LEM BIRU./ di bawa ke tempat kami



Teracom Menes
menerima service motherboard dan HDD
Silahkan datang ke tempat kami.. semoga masalah computer anda bisa kami atasi

Penyaluran Raskin Di Pandeglang Baru Enam Kali


Penyaluran Raskin Di Pandeglang Baru Enam Kali

Oleh:

Pandeglang (ANTARABanten) - Penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin) di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, sampai awal Desember 2010, baru enam kali.

"Seharusnya penyaluran sudah mencapai 11 kali, tapi untuk Pandeglang baru enam kali," kata Kepala seksi Pelayanan Publik sub Divisi Regional Badan Urusan Logistik Pandeglang-Lebak Guntur Muayad ketika dikonfirmasi, Kamis.

Menurut dia, rendahnya tingkat penyaluran itu, akibat tidak ada penebusan dari masyarakat setempat. Bulog baru mengelurakan raskin kalau telah ada pembayaran tunai.

Ia juga menjelaskan, pendistribusan raskin di daerah itu, belum merata, karena pembayaran dari masyarakat melalui desa/kelurahan tidak serentak.

"Penyaluran raskin menggunakan pola pesanan tunai, jadi pengiriman baru dilakukan jika masyarakat telah melakukan pembayaran," katanya.

Permasalahan kerap terjadi dalam proses pendistrubusian raskin, di antaranya ketidakmerataan penyaluran hingga penyimpangan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Untuk itu, ia berharap semua elemen termasuk masyarakat ikut mengawasi penyaluran beras bersubsidi yang diperuntukan bagi warga kurang mampu tersebut.

"Kalau masyarakat tidak ikut ambil bagian dalam pengawasan, sampai kapan pun persoalan pada distribusi raskin akan muncul," katanya.

Dalam masalah raskin, kata dia, Badan Urusan Logistik (Bulog) yang bertanggung jawab menyalurkan hingga titik distribusi yang ditetapkan, baik di Kantor Kecamatan atuaupun Kantor Kelurahan/Desa.

Terkait kualitas raskin yang kadang berbau apek dan berdebu, menurut dia, itu erat kaitannya dengan lamanya beras disimpan digudang akibat lambat dalam penyaluran karena tidak ada penebusan dari masyarakat.

Sub Divisi Regional Bulog Pandeglang-Lebak, kata dia, selama ini membeli beras dari petani setempat, meskipu kualitasnya dibawah standar.

"Kami berharap pemerintah daerah, menyediakan penggilangan padi berskala besar agar kualitas beras yang dihasilkan sesuai standar yang ditetapkan," ujarnya.
COPYRIGHT © 2010
Suber: Link

Mantan Bupati Pandeglang HA.Dimyati Natakusumah Ditahan

bupati dimyati ditahanMantan Bupati Pandeglang AH. Dimyati Natakusuma yang juga anggota Komisi III DPR akhirnya ditahan. Dimyati dijebloskan ke penjara LP Serang dengan kasus dugaan suap pinjaman Pemkab Pandeglang ke Bank Jabar senilai Rp200 Miliara. Kejati Banten melakukan penahanan terhadap Anggota Komisi III DPR RI, Rabu malam (11/12), setelah sebelumnya berencana melakukan penjemputan paksa bila tidak memenuhi panggilan pada hari ini, Kamis (12/11) ke Kejati Banten.

Penjemputan paksa tak perlu lagi dilakukan, lantaran Dimyati datang ke Gedung Kejati, Rabu (11/11), sekitar pukul 17.00 WIB dengan menggunakan Mercedes B 1966 BM. Usai menjalani pemeriksaan selama 2 jam, Dimyati pun akhirnya digiring ke Rutan Serang dengan pengawalan ketat menggunakan mobil Honda CRV B 8576 GK.

Wartawan dari berbagai media nyaris terkecoh, lantaran menunggu disamping gedung Kejati diantara mobil tahanan. Namun Dimyati didampingi pengacaranya keluar dari pintu depan dan dibawa ke Lembaga Pemsyarakatan (LP) Serang, menggunakan mobil pribadi.

Dimyati yang mengenakan safari warna cream, terus menyunggingkan senyum saat hendak dibawa ke LP Serang. “Ini resiko jabatan,” kata Dimyati singkat, sebelum menaiki mobil dengan pengawalan ketat puluhan anggota polisi.

Sedangkan kuasa hukum Dimyati, Tb.Sukatma menyatakan penahanan terhadap kliennya merupakan bentuk kesewenang-wenangan Kejati Banten. Karena tidak menghargai itikad baik kliennya yang mendatangi kejaksaan sebelum waktunya. Namun karena kesibukannya sebagai anggota badan legislasi di DPR RI akhirnya menyempatkan datang.“Mestinya klien saya datang besok untuk memenuhi panggilan, karena besok dikhawatirkan sibuk akhirnya menyempatkan datang hari ini (kemarin, red). Tapi malah ditahan. Penahanan ini tidak berdasar, karena klien saya kooveratif, tidak ada kekhawatiran untuk menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” katanya.

Tb. Sukatma juga meminta penahanan terhadap kliennya dikaji ulang. Karena ia berlasan, Dimyati saat ini duduk sebagai Anggota DPR RI, dan penahanannya harus ada ijin dari Presiden. “Kejati tidak menghormati aturan itu, dan kita minta penahanan ini dikaji ulang,” tandas Sukatma, seraya mengancam akan mempraperadilankan Kejati Banten.

Terkait penahanan terhadap mantan orang nomor satu di Kabupaten Pandeglang ini, pihak Kejati Banten tak seorang pun yang memberikan keterangan kepada wartawan. Dan hingga berita ini dikirim ke redkasi Rabu malam (11/11) pukul 21.00 WIB, sejumlah petinggi kejaksaan memilih tetap berada diruangan tertutup dan enggan menemui puluhan wartawan yang sejak lama menunggu. Bahkan sejumlah wartawan ditahan digerbang Gedung Kejaksaan hingga Dimyati dibawa ke LP.

Seperti diketahui, mantan Bupati Pandeglang yang saat ini duduk sebagai Anggota Komisi III DPR itu sudah dua kali mangkir dari panggilan tim penyidik Kejati Banten. Panggilan pertama pada Selasa (15/9) dan panggilan ke dua Selasa (29/9).Pada pemanggilan pertama, Dimyati tidak hadir karena alasan sedang cuti kerja sebagai kepala daerah untuk menunaikan ibadah Umroh. Pada panggilan kedua, Ketua DPW PPP Banten itu juga tidak datang karena alasan sedang mengikuti prosesi pelantikan anggota DPR.

Dikatahui sebelumnya, pemanggilan Dimiyati ini karena proses hukumnya akan ditingkatkan dari penyidikan ke penuntutan. Untuk itu, dalam meningkatkan setatus proses hukum itu perlu adanya penyerahan barang bukti dan tersangka.Barang bukti yang akan diserahkan dari penyidik ke penuntut umum yaitu, uang suap yang dikembalikan oleh beberapa anggota DPRD Pandeglang, yakni Aris Turisnadi Rp60 juta, Akhsan Sukroni Rp26,5 juta, Ade Permana Suta Rp26,5 juta, ME Kosasih Rp26,5 juta, Rosyid Balfas Rp16,5 juta, Yuliana Balfas Rp16,5 juta, dan Sri Hidayati Rp17,5 juta dan bukti pengembalian uang dalam
bentuk kuitansi senilai Rp60 juta dari Ahmad Baihaki dan Asep Saefudin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus ini mencuat pada tahun 2006 lalu. Dimana Pemkab Pandeglang melakukan pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar kepada Bank Jabar- Banten Cabang Pandeglang untuk program pembangunan dan pendidikan. Untuk melancarkan proses pinjaman itu, seluruh anggota DPRD periode 2004-2009 diduga menerima suap dari mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Pandeglang, Abdul Munaf.

Kasus ini juga menyeret petinggi Kabupaten Pandeglang, HA Dimyati dan Erwan Kurtubi, wakil bupati yang saat ini menjadi Bupati Pandeglang menggantikan Dimyati ditetapkan sebagai tersangka. Lainnya, mantan Ketua DPRD Pandeglang HM Acang dan Wakilnya Wadudi Nurhasan, mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Pandeglang Abdul Munaf dan mantan Kasi Perkeriditan Bank Jabar – Banten Dendi Darmawan, seluruhnya pernah dijebliskan ke penjara.

Source:e-banten.com

Suber : Link

Disnakertransos Siap Mediasi PT Apik Dengan Karyawan


Disnakertransos Siap Mediasi PT Apik Dengan Karyawan

Oleh: Sambas


Pandeglang (ANTARABanten) - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Pandeglang siap melaksanakan mediasi untuk menyelesaikan konflik antara manajemen PT Asli Prima Inti Karya (APIK) dengan karyawannya.


"Kalau memang dibutuhkan kami siap menggelar mediasi, tapi sampai sekarang belum ada pihak manapun yang mengajukan permohonan mediasi itu," kata Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertransos Pandeglang Pepi Purnawarna di Pandeglang, Rabu.

Sesuai dengan UU No 2 tahun 2004 pelaksanaan mediasi harus ada permohonan dari para pihak yang bersengketa.

"Mediasi bisa dilaksanakan, dan kami dari pemerintah bisa menjadi mediatornya, tapi harus ada permohonan dulu dari para pihak yang bersengketa," katanya.

PT APIK, sebuah perusahaan otobus, tidak mempekerjaan sopir terkait aksi mogok kerja yang dilakukan para awak bus itu, beberapa waktu lalu.

"Sekitar 20 orang sopir bus, tidak lagi dipekerjakan oleh PT APIK, dan tindakan itu merupakan buntut dari mogok kerja yang dilakukan awak bus beberapa waktu lalu," kata kuasa hukum para sopir Agus Ruhban.

Menurut dia, para sopir sebenarnya telah menghentikan aksi mogok kerja, namun ketika mereka hendak bekerja, ternyata pihak menajemen PT APIK tidak mau lagi menerimanya.

Terkait dengan pemecatan itu, ia menilai, merupakan tindakan tidak manusiawi dan jelas merupakan pelanggaran terhadap UU tentang Ketenagakerjaan, karena dilakukan secara sepihak.

"Ini sangat aneh, setelah aksi mogok kerja selesai, kenapa perusahaan sekonyong-konyong tanpa alasan yang jelas tidak lagi memperkerjakan para awak angkutan itu," katanya.

Ia juga menilai permasalahan yang terjadi antara menajemen PT APIK dengan karyawannya itu, bukan merupakan perselisihan kerja, namun sebuah pelanggaran UU yang dilakukan pihak perusahaan.

Agus, juga menyayangkan belum dilaksanakannya mediasi oleh Disnakertransos setempat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kalau Disnakertransos langsung menggelar mediasi, saya kira permasalahannya tidak akan berkepanjangan seperti sekarang ini," ujarnya.
COPYRIGHT © 2011

SOPIR BUS ASLI PRIMA ANCAM MOGOK


SOPIR BUS ASLI PRIMA ANCAM MOGOK

 
PANDEGLANG,(KB).-
Seluruh Awak Angkutan Umum (Angkum) perusahaan moda transportasi bus (Autobus) PT. Asli Prima Inti Karya di wilayah Pandeglang, mengancam akan mengelar aksi mogok kerja selama satu hari. Aksi masal itu akan dilakukan guna menutut perbaikan management perusahaan serta kejelasan mengenai tarif setoran bus yang dinilai terlalu memberatkan awak angkutan ini, Rencananya aksi itu akan dilakukan para sopir di seluruh trayek, pada hari Jumat (87/10) mendatang.
“Benar rencananya Jumat pecan ini seluruh awak angkutan yang bekerja pada PT. Asli Prima Inti Karya akan mengelar aksi mogok kerja secara masal,” tegas Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), yang mewakili para awak angkutan di PT. Asli Prima Inti Karya, Sumardi, kemarin.
Menurut Sumardi, aksi mogok masal yang akan dilakukan para awak angkutan ini bukan tidak ada alasan. Aksi itu terpaksa mereka lakukan, mengingat sejauh ini pihak perusahaan dinilai tidak memiliki itikad baik dalam memperbaiki managemen perusahaan, terutama dalam hal ketetapan setoran yang dibebankan kepada awak angkutan yang dinilai terlalu memberatkan.
“Sebenarnya banyak tuntutan yang akan kami sampaikan dalam aksi ini. Namun, yang paling utama kami hanya ingin mendapatkan kejelasan dari perusahaan mengenai ketentuan setoran bus yang kami nilai tidak memiliki ketetapan atau hanya memberatkan para awak angkutan,” katanya.
Dikatakannya, setoran yang dinilai memberatkan itu salah satunya setoran pada Bus AC. Dimana, dalam satu hari setoran yang harus dibayarkan kepada perusahaan nilainya cukup besar, yakni Rp 2 juta bahkan bisa lebih. Padahal sesuai ketentuan awal, minimal setoran yang harus dibayarkan hanya Rp 800.000 hingga Rp 1 juta.
“Ketimpangan ini lah yang akan kami pertanyakan. Kami mengharapkan adanya ketetapan yang pasti mengenai uang setoran, jangan sampai kami malah dijadikan sapi perahan saja oleh perusahaan,” tandasnya.
Agar masalah ini mendpaatkan penyelesaian, kata dia, seluruh awak angkutan sebelumnya melalui surat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) telah menyampaikan berbagai usulan serta keluhan-keluhan mengenai hal tersebut kepada pihak perusahaan. Akan tetapi, hingga kini PKB itu tidak juga mendapatkan tanggapan dari perusahaan.
“Makannya, sebelum melakukan aksi kami juga akan meminta bantuan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakertransos) setempat untuk memidiasikan masalah ini. Jika upaya mediasi itu tidak membuahkan hasil maka terpaksa aksi mogok kerja ini pun akan terus kami lakukan,” tegasnya.
Sementara Advokasi Buruh Sopir PT. Asli Prima Inti Karya, Agus Ruhban Tabriwindarta, SH, mengakui, jika tuntutan mereka kejelasan ketetapan setoran bus ini tidak juga diperbaiki ileh perusahaan. Maka, mereka para awak angkutan berencana akan melakukan aksi mogok kerja secara masal. “Surat rencana aksi telah mereka serahkan ke pihak kepolisian,” katanya.
Menurutnya, aksi yang dilakukan para awak angkutan ini cukup beralasan. Dimana, memang dalam hal ini pihak perusahaan harus tegas dalam menetapkan masalah uang setoran yang dibebankan kepada mereka. Apalagi, setoran yang diterapkan pihak perusahaan dinilai terlalu besar dan jelas sangat memberatkan mereka.
“Ini juga sangat memmengaruhi mental para sopir di lapangan. Dimana, mereka harus putar otak mencari setoran. Sementara kondisi jumlah penumpang di lapangan tidak menentu,” katanya. Sementara ketika dikonfirmasi pihak management PT. Asli Prima Inti Karya beberapa kali sulit dihubungi. (H-38)***

Pantai Cinta Jadi Tempat Mesum


Pantai Cinta Jadi Tempat Mesum

PANIMBANG – Deretan warung di Pantai Cinta, Kampung Citeureup, Desa Citeureup, Ke­camatan Panimbang diduga dijadikan tem­pat mesum oleh sebagian orang. Peman­dangan ini biasa terjadi sekira pukul 22.00 WIB hingga dini hari.
Deretan warung yang dibangun sejak 2002 lalu ini kerap dijadikan tempat nongkrong war­ga, termasuk dari luar daerah. “Saya sering le­wat ke sana (Pantai Cinta-red) jika ingin ke Cibaliung. Saya sering menemukan banyak ken­daraan. Ada apa ini, malam-malam di wa­rung dekat pantai kalau tidak berbuat se­suatu yang dilarang,” ungkap Faruk, warga Kampung Neglasari, Desa Panimbang Jaya, Kamis (30/6).
Kepala Desa Citeureup Surjana mengaku sering menasehati para pemilik warung namun me­reka sering tak menggubris. “Saya juga ha­rus bertanggung jawab atas keamanan yang ada di daerah saya. Saya tidak mau ma­syarakat di Desa Citeurep malah nantinya main hakim sendiri,” katanya sambil meng­uta­rakan bahwa pemilik warung tersebut bu­kan warga dari desanya.
Kades yang terpilih pada 2008 lalu ini meminta pemerintah segera menertibkan warung remang-remang (warem) ini. “Sudah saya laporkan ke kecamatan karena biasanya jika warung sudah digunakan sebagai tempat mesum maka kegiatan maksiat lain juga akan timbul,” ucapnya.
Camat Panimbang Anwari Husnira  me­nu­turkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi de­ngan Sat Pol PP Pandeglang terkait laporan war­ga mengenai dugaan warung di Pantai Cinta yang disalahgunakan. “Bahkan saya ber­sama anggota trantib kecamatan dua ming­gu sekali memantau ke lapangan,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak segan-segan membongkar paksa jika para pemilik warung tidak mengindahkan imabauan pemerintah dan menyalahgunakan fungsi warung.
Sementara pemilik warung di Pan­tai Cinta membantah dugaan yang selama ini dialamatkan ke pihaknya. “Kami di sini res­mi berjualan. Kalau ada mobil pada malam hari itu milik pemancing. Kebetulan mereka membawa mobil dan dititipkan di warung kami,” ungkap Aminah, pemilik warung. (mg-13/fau)

LAUNCHING WISATA KULINER KABUPATEN PANDEGLANG DAN LEBAK


LAUNCHING WISATA KULINER KABUPATEN PANDEGLANG DAN LEBAK

Posting 13-12-2011 oleh

Kabupaten Pandeglang sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata di Provinsi Banten yang memiliki potensi wisata yang relatif banyak baik berupa wisata sejarah dan budaya, monumen peninggalan sejarah, wisata alam dan pantai serta pusat hiburan dan rekreasi. Rasanya belum lengkap bila wisatawan tidak mencicipi dan merasakan makanan khas pandeglang, karena memang jenis makanan Pandeglang tidak kalah dibandingkan daerah lain. Seperti Apem Cimanuk, Pasung, Balok Menes, Otak-otak, Rangginang, Jojorong, Gipang, Opak, Bubur Sop, Angeun lada dan lainnya.
Untuk itulah Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Provinsi Banten menggelar acara Launching Wisata Kuliner Kabupaten Pandeglang dan Lebak di Alun-alun Pandeglang, Selasa (13/12). Dalam acara ini dihadiri oleh Gubernur Banten yang diwakili oleh Assisten Ekonomi Pembangunan Provinsi Banten, Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, Wakil Bupati Pandeglang Hj. Heryani, Para Kepala SKPD se-Provinsi Banten.
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan makanan khas Banten dan penetapan pusat jajanan dimana masyarakat bisa menikmati makanan khas Banten sebagai hasil olahan bersama pelaku usaha jasa tata boga. Dalam acara ini disajikan makanan khas banten yang disajikan oleh ibu-ibu Anggota TP PKK se-Provinsi Banten seperti Angeun Lada, Emping Melinjo, Sate Bandeng dan lain sebagainya.
Dalam sambutannya Gubernur Banten yang disampaikan Assisten Ekonomi Pembangunan mengatakan tuntutan zaman saat ini telah merambah ke berbagai lapisan dunia makanan atau kuliner di Indonesia, begitu juga di Provinsi Banten, anak-anak muda sekarang lebih menyukai makanan siap saji ala dunia barat dibandingkan makanan khas daerah yang jauh dari daya tariknya.
“Maka hal tersebut menjadikan tantangan tersendiri untuk kita semua, dalam menciptakan, mengkreasikan, serta menarik kawula muda untuk menyukai makanan khas kita”, ungkapnya.
Lihat selengkapnya Detail

BPPT CIPTAKAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN AIR HUJAN


BPPT CIPTAKAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN AIR HUJAN

Posting 14-12-2011 oleh

Banyak daerah yang mengalami kekurangan sumber air bersih karena kuantitas air tanahnya sedikit, kualitas air tanahnya kurang baik atau sungai dengan debit air yang sedikit. Sedangkan system penyediaan air minum dari PDAM belum dapat melayani seluruh penduduk yang ada. Kondisi ini makin memburuk pada musim kemarau sehingga mengakibatkan timbulnya penyakit waterbone disease. Untuk itulah BPPT berusaha menciptakan suatu teknologi yang dapat memanfaatkan air hujan.
Demikianlah sambutan yang disampaikan Deputi TPSA BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) DR. Ridwan Djamaludin ketika menyerahkan hasil kegiatan Teknologi Pemanfaatan Air Hujan berupa teknologi Sistem Pemanfaatan Air Hujan (SPAH) dan Sistem Pengolahan Air Hujan menjadi air siap minum kepada Bupati Pandeglang Drs. H. Erwan Kurtubi, MM di Pondok Pesantren Modern Daar El Falah Mandawalangi, Rabu (14/12).
Dalam kesempatan tersebut Rudi Nugroho sebagai Chief Enginer menjelaskan tentang Sistem Pemanfaatan Air Hujan, dimana system tersebut bertujuan untuk menampung air hujan yang jatuh di atap/genting di dalam tangki PAH. Jika PAH sudah sudah penuh dengan air hujan sementara musim hujan masih berlangsung maka kelebihan air hujan yang tak tertampung dalam PAH akan melimpas ke dalam sumur serapan. Air yang tertampung di dalam tangki PAH dapat dimanfaatkan sebagai air minum dengan teknologi pengolahan Air Siap Minum.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa teknologi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pandeglang yang masih rawan akan air bersih. “Kami sebagai masyarakat Pandeglang sangat berterima kasih atas Teknologi Pemanfaatan air ini, dan mudah-mudahan kerjasama Pemda Pandeglang dengan BPPT dapat terus berlanjut, sehingga kami dapat memanfaatkan segala hasil temuan yang di ciptakan oleh BPPT”, ungkapnya.
Selain menyerahkan Teknologi SPAH, BPPT juga menyerahkan Software SITPA (Sistem Informasi Teknologi Pengolahan Air) yang dapat digunakan untuk mengelola database teknologi pengolahan air. Dalam acara tersebut dihadiri pula oleh Ketua TP PKK Hj. Siti Erna Erwan, Pimpinan Ponpes Daar El Falah Muhammad Ma’mun, Kepala Bappeda H. Aah Wahid Maulany, Direktur Umum PDAM Pandeglang Tatang Muhtasar, Kepala Distamben Ir. Girgijantoro, serta para Alim Ulama dan santriwan santriwati ponpes Daar El Falah.

Teracom

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More